Minggu, 18 November 2012

PERUBAHAN SOSIAL DI MASYARAKAT SENI (MOTIF PINTU ACEH)



Makalah

PERUBAHAN SOSIAL DI MASYARAKAT SENI

(MOTIF PINTU ACEH)






  Oleh

M. Andismar, 04142011







 Dosen 

Yuliarni, S.Sn., M.Sn
Yulimarni, S.Sn, M.Sn




KEMENTERIAN PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN 
INSTITUT SENI INDONESIA PADANGPANJANG 
FAKULTAS SENI RUPA DAN DESAIN
JURUSAN SENI KRIYA 
2012 




Kata pengantar
Assallamuallaikum wr, wb.

Puji Syukur kehadirat Allah Subhanahu Wata’ala, atas segala Rahmat dan karuniaNYA, sehinga dapat menyelesaikan tugas sosiologi seni dengan begitu dinghkat yang berjudul perubahan sosial ditengah masyarakat seni.

Terwujudnya makalah ini juga tidak lepas dari berbagai pihak yang telah membantu baik itu bersifat moril maupun materil, sehingga laporan ini dapat tercapainya sebagaimana mestinya. Untuk itu pada kesempatan ini tidak lupa diucapkan rasa terimakasih yang sebesar-besarnya kepada:

Yuliarni, S.Sn, M.Sn dan Yulimarni, S.Sn, M.Sn selaku Dosen Pembimbing mata Kuliah ini, serta Rekan-rekan Anggota Mahasiswa angkatan 2011 dan teman dari Aceh yang selalu membantu baik secara moril maupun untuk suksesnya makalah ini.

Atas segala bantuannya di harapkan semoga Allah SWT membalas segala kebaikan dengan anugrah yang melimpah. Sangat di sadari tidak ada kesempurnaan, begitu juga dengan tulisan ini. Saran dan kritik merupakan sesuatu yang berguna dalam meningkatkan kearah lebih baik di masa akan datang. Akhir kata di harapkan makalah ini dapat berguna dan bermanfaat bagi pecinta seni umumnya.





                                                                                                 Padangpanjang, 07-11-2012



                                                                                                                   penulis 




Daftar isi



Kata pengantar.....................................................................................I

Daftar isi...............................................................................................II



BAB I PENDAHULUAN

A. Latar belakang.................................................................................1

B. Rumusan masalah................................................................................1



BAB II PEMBAHASAN

A.Faktor perubahan masyarakat seni

          1. Faktor interen......................................................................................2

          2. Faktor ekstern.....................................................................................2


B. Keseimbangan sebuah karya seni..........................................................2
C. Perubahan sosial di tengah masyarakat seni dalam sebuah karya seni........3
      1) Sejarah karya Motif pintu aceh
                    a)      Perubahan evolusi...........................................................4 
                    b)      Perubahan revolusi...........................................................5 
                    c)      Perubahan yang direncanakan.....................................6

BAB III PENUTUP
      Kesimpulan...........................................................................................7
      Saran....................................................................................................7
    
      Referensi/situs......................................................................................7
      Daftar pustaka..............................................................................................7
  
BAB I PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
Perubahan sosial adalah  gejala yang melekat, perubahan-perubahan yang terjadi dalam masyarakat akan menimbulkan ketidak sesuaian antara unsur-unsur sosial yang ada dalam masyarakat sehingga menghasilkan pola kehidupan yang tidak sesuai pungsinya bagi masyarakat yang bersangkutan.
Perubahan sosial ditengah masyarakat seni yang terjadi memang sejak zaman dahulu itu akan berubah sesuai waktu yang berjalan. Adakalanya perubahan-perubahan yang terjadi berlangsung demikian cepatnya, sehungga membingunkan manusia yang menghadapinya.

B. Rumusan Masalah
Dalam kesempatan kali ini penulis akan membahas tentang perubahan sosial yang terjadi dalam masyarakat seni, adapun pembahasannya yaitu;
           1. Faktor perubahan masyarakat seni
  •  Faktor interen 
  • Faktor ekstern
           2. Keseimbangan sebuah karya seni
           3. Perubahan sosial di tengah masyarakat seni dalam sebuah karya seni

     A      Sejarah karya Motif pintu aceh
  • Perubahan evolusi 
  •  Perubahan revolusi 
  •  Perubahan yang direncanakan 


BAB II PEMBAHASAN

A.      Faktor Perubahan Masyarakat Seni
Perubahan sosial yang terjadi di tegah masyarakat seni ialah Perubahan peroses sosial yang di alami oleh anggota masyarakat itu sendiri dan semua unsur-unsur budaya dan sistem-sistem sosial dimana tingkat kehidupan masyarakat secara sukarela atau di pengaruhi oleh unsur-unsur eksternal meninggalkan pola-pola kehidupan budaya.
Arti kata lain telah dinyatakan, bahwa perubahan masyarakat ini terutama disebabkan oleh kemajuan teknologiyang begitu cangih di zaman sekarang yang tidak lain merupakan hasil kemajuan ilmu pengetahuan (pemikiran) manusia itu sendiri.
          1. Faktor Interen
  •  Bertambah dan berkurangnya penduduk masyarakat khususnya di bidang seni.
  •  Adanya penemuan-penemuan baru yang meliputi berbagai proses seperti:
1.      Penemuan unsur  kebudayaan baru.
2.      Proses pembaharuan dalam sebuah karya seni.
          2. Faktor Ekstern
  •  Faktor alam yang ada di sekitar masyarakat berubah, didalam proses berkarya. 
  •  Pengaruh kebudayaan lain dengan mulai adanya kontak kebudayaan antara kedua masyarakatn atau lebih yang memiliki kebudayaan yang berbeda.

B.       Keseimbangan Sebuah Karya Seni
Keseimbangan sosial di masyarakat seni harus dipertimbangkan karena masyarakat harus berpungsi sebagai mana mestinya. Keseimbangan sosial merupakan situasi dimana segenap lembaga sosial berpungsi dan saling menunjang.
Keseimbangan sebuah karya seni khususnya karya ukitan motif yang ada di aceh itu semua tidak lagi begitu seimbang dengan ukiran yang dulu, itu semua dikarenakan setiap daerah memiliki pemikiran yang berbeda-beda yang disebabkan oleh perubahan zaman.

C.      Perubahan Sosial Di Tengah Masyarakat Seni Dalam Sebuah Karya Seni
     1)      Sejarah karya Motif pintu aceh

Motif Pinto aceh ini diciptakan tahun 1935 oleh Mahmud Ibrahim, perajin emas dari Blang Oi. Karena kepiawaiannya membuat perhiasan ia dipanggil orang dengan Utoh Mud. Utoh Mud memperoleh sertifikat resmi atas keterampilannya itu dari pemerintah Belanda di Kutaraja (Banda Aceh) pada tahun 1926.
Desain Pinto Aceh diperoleh dari monumen peninggalan Sultan Iskandarmuda bernama Pinto Khob. Monumen tersebut yang sekarang di sekitarnya dijadikan taman rekreasi, terletak di tepi sungai (krueng) Daroy, konon dulunya sebagai pintu belakang istana Keraton Aceh khusus untuk keluar masuknya permaisuri Sultan Iskandarmuda beserta dayang-dayangnya kalau sang permaisuri menuju ke tepian sungai untuk mandi. Sekarang ini taman tersebut diberi nama Tanian Putroe Phang (Taman Putri Pahang), nama sang permaisuri. Dari desain gerbang kecil Pinto Khob.

        a)      Perubahan Evolusi
Perubahan evolusi adalah perubahan sosial yang terjadi dalam proses yang lambat, dalam waktu yang cukup lama dan tanpa ada kehendak tertentu dari masyarakat yang bersangkutan. Perubahan-perubahan berlangsung mengikuti kondisi perkembangan masyarakat, yaitu sejalan dalam usaha-usaha masyarakat dalam memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari.
Dengan kata lain bahwa perubahan itu terjadi karena sebuah dorongan dari usaha-usaha masyarakat, dalam rangka menyesuaikan diri terhadap kebutuhan-kebutuhan hidupnya dengan perkembangan masyarakat dalam waktu tertentu. Seperti halnya yang terdapat di motif pintu Aceh yang sudah berubah dari aslinya, dan tampa sisadari sebahagian masyarakat aceh sudah tidak lagi mempedulikan warisan dari orang tua dulu, yang disebabkan oleh kebudayaan yang terus berubah sesuai dengan pola prilaku masyarakat itu sendiri.

Contoh karya yang berubah secara evolusi
     

Pada waktu muncul pola perilaku sosial baru dalam masyarakat, maka pertama kali yang terjadi adalah proses kepercayaan, dimana proses penerimaan masyarakat terhadap inovasi didasarkan pada kepercayaan terhadap manfaat yang mungkin dapat di capai.
       b)      Perubahan Revolusi
Dalam perubahan ini berbeda dengan perubahan yang bersifat evolusi, dimana perubahan berlangsung secara cepat dan tidak ada, kehendak atau perencanaan sebelumnya.
Didalam motif pintu aceh yang berevolusi di dalam masyarakat seni, yang bersifat cepat yang bisa direncanakan atau tidak direncanakan, itu semua selalu berubah karena setiap daerah memiliki ukiran motif tersendiri dari zaman kezaman, dan begitu cepat berubahnya contonya saja dari bentuk dan warna motif ukiran itu sendiri. Hal ini sudah jelas berevolusi karena perubahan yang direncanakan secara cepat untuk memenuhi nilai budaya masyarakat khususnya di bidang seni kriya.

Contoh karya yang berubah secara revolusi

 

c)      Perubahan Yang Direncanakan

Perubahan yang direncanakan adalah perubahan-perubahan yang diperkirakan atau yang telah direncanakan terlebih dahulu oleh orang terpecaya atau pihak-pihak yang hendak mengadakan perubahan di dalam masyarakat. Secara umum, perubahan berencana dapat juga disebut perubahan dikehendaki.

Pada kesempatan kali ini penulis akan mengupas sedikit. Kalau didalam karya motif pintu aceh di tengah masyarakat seni, perubahaan yang di rencanakan seperti sebahagian motif pintu aceh akan ada laborasikan dengan motif minang dan akan di kombinasikan dengan motif jepara, itu bisa saja lakukan karena perubahan yang direncanakan itu sesuai dengan pemikiran tentang bentuk yang indah yang akan menambah nilai estetika.


Contoh karya yang berubah secara revolusi







BAB III PENUTUP
      A. Kesimpulan
Kita dapat berkata bahwa tak ada masyarakat lain telah sedemikian sistematis menghujutkan kesadarannya dengan kreasi bentuk-bentuk, dan bahwa tak ada tipe masyarakat lain telah memberikan semacam kompetisi intens antar bentuk-bentuk persaingan dari akpresi yang dibayangkan, semua itu amat berakar dalam hidup sehari-hari.
 
 B. Saran
 Bagi semua pencipta karya seni, khususnya dibidang jurusan seni kriya harus menentukan yang mana baik dan mana yang tidak baik. Didalam proses pembuatan desain sampai tahap akhir, karya harus dipertimbangkan akan kemana karya kita yang telah dibuat, apa akan membangkitkan atau menurunkan nilai sebuah karya seni.

      Daftar pustaka
Abdulsyani, Agustus 2007, Sosiologi Skematia Teori Dan Terapan, Bumi Aksara,
Jakarta.
Jean Duvignaud, 1983, Sosiologi Seni, Institut Seni Indonesia, Jogja

      Referensi/situs


by: Rahmat

Tidak ada komentar:

Posting Komentar